/head

Banyak orang mengenal Ramadan sebagai salah satu waktu istimewa untuk melaksanakan umrah. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa bulan Safar juga memiliki keunggulan tersendiri bagi mereka yang ingin beribadah ke Tanah Suci. Meski tidak memiliki keutamaan khusus seperti Ramadan, Safar sering menjadi pilihan ideal bagi jamaah yang menginginkan suasana ibadah yang lebih tenang dan nyaman.

Salah satu kelebihan umrah di bulan Safar adalah jumlah jamaah yang relatif lebih sedikit dibandingkan musim liburan atau bulan-bulan favorit lainnya. Kondisi ini membuat jamaah memiliki ruang yang lebih leluasa saat melaksanakan tawaf, sa’i, maupun beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Banyak jamaah merasa lebih khusyuk karena tidak terlalu padat oleh kerumunan.

Selain itu, suasana yang lebih tenang memungkinkan jamaah untuk memperbanyak ibadah sunnah. Waktu yang biasanya habis untuk mengantre atau berdesakan dapat dimanfaatkan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, atau memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab. Bagi sebagian orang, inilah momen yang membuat perjalanan umrah terasa lebih bermakna.

Bulan Safar juga sering menjadi waktu yang tepat bagi mereka yang ingin fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Setelah hiruk-pikuk berbagai aktivitas dunia, perjalanan ke Tanah Suci menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, mengevaluasi diri, dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Di masyarakat, masih ada sebagian orang yang mengaitkan bulan Safar dengan berbagai mitos dan anggapan kurang baik. Padahal dalam Islam, tidak ada bulan yang membawa kesialan. Rasulullah ﷺ justru mengajarkan bahwa semua waktu adalah milik Allah, dan seorang Muslim dianjurkan untuk tetap berikhtiar serta bertawakal kepada-Nya tanpa mempercayai hal-hal yang tidak memiliki dasar syariat.

Melaksanakan umrah di bulan Safar juga dapat menjadi pengingat bahwa panggilan ke Baitullah tidak harus menunggu waktu yang dianggap “paling sempurna”. Setiap kesempatan untuk menjadi tamu Allah adalah nikmat yang luar biasa. Yang terpenting bukan kapan berangkatnya, melainkan bagaimana mempersiapkan hati dan niat untuk beribadah dengan sungguh-sungguh.

Banyak jamaah yang pernah berangkat di bulan Safar mengaku menikmati suasana yang lebih damai dan tidak terlalu padat. Mereka dapat lebih lama berdoa di depan Ka’bah, lebih nyaman beribadah di masjid, dan lebih fokus meresapi setiap rangkaian perjalanan spiritual yang dijalani.

Pada akhirnya, keutamaan terbesar umrah di bulan Safar bukanlah soal jumlah jamaah atau suasana yang lebih lengang, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab setiap langkah menuju Baitullah adalah bentuk ketaatan, dan setiap doa yang dipanjatkan di Tanah Suci adalah harapan yang semoga diijabah oleh-Nya. 🕋🤍