/head

Kalau melihat Makkah dari foto atau video, kita mungkin lebih sering memperhatikan Ka’bah dan Masjidil Haram. Padahal, ada satu hal menarik dari kota ini yang sering luput dari perhatian: banyak jalan dan jalur transportasi di Makkah harus melewati atau menembus kawasan pegunungan. Bukan tanpa alasan, kondisi geografis Makkah memang sangat dipengaruhi oleh bentang alam berbukit dan pegunungan.

Makkah berada di kawasan yang dikelilingi pegunungan dengan relief yang cukup kompleks. Berbeda dengan kota yang dibangun di dataran luas, perkembangan Makkah harus menyesuaikan diri dengan kondisi alam tersebut. Akibatnya, pembangunan jalan, terowongan, jembatan, dan kawasan permukiman membutuhkan perencanaan yang sangat berbeda dibandingkan kota yang memiliki lahan relatif datar.

Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah membangun terowongan untuk menembus gunung, daripada membuat jalur yang harus memutar jauh mengikuti kontur pegunungan. Dengan begitu, perjalanan antarkawasan dapat dibuat lebih langsung. Bagi jutaan jamaah yang datang ke Makkah, keberadaan infrastruktur seperti ini sangat membantu mobilitas menuju berbagai kawasan penting di sekitar kota.

Menariknya, pembangunan infrastruktur di Makkah bukan hanya persoalan membuat jalan dari satu titik ke titik lainnya. Pemerintah juga harus mempertimbangkan volume jamaah yang sangat besar, terutama pada musim Umrah dan Haji. Jalan harus mampu mendukung pergerakan bus, kendaraan pribadi, kendaraan layanan, serta berbagai kebutuhan operasional kota tanpa mengganggu aktivitas ibadah.

Kondisi pegunungan juga membuat Makkah memiliki karakter visual yang khas. Dari kejauhan, kita dapat melihat gugusan bukit dan gunung dengan warna kecokelatan hingga kehitaman yang mengelilingi kawasan perkotaan. Bentuk tersebut merupakan bagian dari sejarah geologi wilayah Hijaz yang telah terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat panjang.

Jadi, ketika jamaah melewati sebuah terowongan di Makkah, sebenarnya mereka sedang melihat salah satu bentuk bagaimana manusia beradaptasi dengan kondisi alam. Gunung yang dahulu menjadi bagian dari bentang alam Makkah kini harus berdampingan dengan jalan, gedung, dan infrastruktur modern yang dibangun untuk menunjang kehidupan kota sekaligus melayani para tamu Allah.

Ada sesuatu yang menarik dari Makkah: kota ini tidak menghilangkan pegunungannya untuk berkembang, tetapi justru membangun di tengah dan mengelilinginya. Di antara bangunan modern dan jutaan manusia yang datang setiap tahun, gunung-gunung Makkah tetap menjadi bagian dari wajah kota yang menyimpan begitu banyak sejarah.